TUA0GfG0Gpr8BUWiGfO5TfC8BA==
Light Dark
Teknologi AI dalam Pengolahan Bahan Perpustakaan di Diperpusip Jatim

Teknologi AI dalam Pengolahan Bahan Perpustakaan di Diperpusip Jatim

Daftar Isi
×


Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur meluncurkan sistem pengolahan bahan perpustakaan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI) di Surabaya. Sistem ini dirancang untuk mempermudah kegiatan operasional sehari-hari para pustakawan, seperti pengkatalogan dan penentuan klasifikasi bahan perpustakaan.

Kepala Disperpusip Jatim, Ir. Tiat S. Suwardi, MSi, mengungkapkan bahwa di era perkembangan teknologi informasi, perpustakaan harus terus berinovasi agar dapat tetap relevan. Sebagai lembaga yang berfungsi sebagai tempat pembelajaran sepanjang hayat, perpustakaan diharapkan dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional.

“Perpustakaan harus memanfaatkan kemajuan teknologi digital dalam merangsang tumbuhnya minat baca masyarakat. Yang utama, yang membuat orang mau datang berulang-ulang ke perpustakaan adalah koleksi baru. Pengklasifikasian bahan perpustakaan, yang biasanya memakan waktu 3 hingga 4 jam, kini dapat diselesaikan dalam waktu 20 hingga 30 menit berkat bantuan AI,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tiat menyatakan harapannya agar penerapan sistem pengolahan bahan perpustakaan berbasis AI ini dapat mempercepat dan mempermudah layanan perpustakaan kepada masyarakat, serta meningkatkan minat baca di Jawa Timur secara keseluruhan.

“Harapan kami, dengan adanya inovasi baru ini, minat baca masyarakat di Jawa Timur akan terus meningkat,” imbuhnya.

Kepala Bidang Deposit, Pengembangan, dan Pelestarian (DPP) Bahan Perpustakaan, Melkion Donald, menjelaskan bahwa sistem AI yang digunakan mencakup tiga jenis teknologi. Pertama, Optical Character Recognition (OCR) yang digunakan untuk pengkatalogan. Kedua, Generative Pre-trained Transformer (GPT) untuk penentuan kata kunci, tajuk subyek, dan nomor klasifikasi. Ketiga, Robotic Process Automation (RPA) untuk memasukkan data ke dalam sistem manajemen perpustakaan.

“Sistem pengolahan berbasis AI ini dikembangkan secara kolaboratif dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), sementara pustakawan Disperpusip Jatim merancang sistem kerja yang mendasarinya,” tutur Melkion.

Melkion juga menjelaskan bahwa tim PENS bertanggung jawab untuk menerjemahkan sistem kerja tersebut menjadi program komputer yang kemudian diintegrasikan dengan sistem manajemen perpustakaan yang sudah ada.

“Sampai saat ini, Disperpusip Jatim terus mempromosikan budaya gemar membaca di masyarakat. Berbagai upaya dilakukan agar semakin banyak orang yang berkunjung ke perpustakaan. Semakin tinggi tingkat kunjungan, maka semakin baik, karena perpustakaan saat ini harus menjadi ruang publik yang ramai dan populer,” pungkasnya.

Melkion menambahkan bahwa Disperpusip Jatim juga terus berupaya mempercantik gedung dan interior perpustakaan sebagai salah satu strategi untuk menarik minat masyarakat. Dengan fasilitas yang lengkap, suhu ruangan yang nyaman, dan suasana yang mendukung, diharapkan masyarakat akan semakin tertarik untuk berkunjung dan dekat dengan buku.

“Awalnya, masyarakat mungkin datang hanya untuk melihat-lihat. Namun, seiring waktu, mereka diharapkan akan mulai gemar membaca buku. Itulah yang kami harapkan, dan sistem pengolahan berbasis AI yang dikembangkan oleh Disperpusip Jatim ini diharapkan dapat mempercepat penyediaan buku-buku baru di bagian pelayanan perpustakaan,” tambahnya.

0Komentar